Baubau β Wilayah Buton Raya diguncang gempa bumi sebanyak enam kali dalam tiga hari terakhir, berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gempa pertama terjadi pada Rabu (10/12) pukul 06.19 WITA dengan magnitudo 3,7. Pusat gempa berada di 15 kilometer barat laut Kota Baubau pada kedalaman 5 kilometer.
Tujuh jam berselang, gempa kedua kembali terjadi pukul 13.01 WITA dengan magnitudo 3,0, berpusat di 52 kilometer selatan Kabupaten Wakatobi pada kedalaman 10 kilometer.
Selanjutnya, pada Kamis (11/12) pukul 22.42 WITA, gempa berkekuatan 4,0 mengguncang wilayah 46 kilometer selatan Buton Selatan (Busel) dengan kedalaman 13 kilometer. Kurang dari satu jam kemudian, gempa susulan kembali terjadi pukul 23.58 WITA dengan magnitudo 2,2, berpusat di 26 kilometer barat daya Busel.
Rangkaian gempa berlanjut pada Jumat (12/12) dini hari. Gempa kelima terjadi pukul 01.31 WITA dengan magnitudo 2,8, disusul gempa keenam pukul 02.06 WITA berkekuatan 3,1, yang seluruhnya berpusat di wilayah selatan hingga barat daya Buton Selatan.
BMKG menjelaskan, seluruh gempa tersebut merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 15 kilometerdan tidak berpotensi tsunami. Aktivitas ini diduga berkaitan dengan pergerakan sesar lokal di wilayah Buton Raya dan sekitarnya.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
πΊοΈ NARASI INFOGRAFIS PETA
Peta Sebaran Gempa Bumi Buton Raya (10β12 Desember)
π Total Gempa: 6 kejadian
π Magnitudo: 2,2 β 4,0
π Kedalaman: 5 β 13 km (gempa dangkal)
π΄ Zona Barat Laut Baubau
β’ Gempa M 3,7 β 15 km dari Kota Baubau
π΄ Zona Selatan Wakatobi
β’ Gempa M 3,0 β Perairan Laut Banda bagian barat
π΄ Zona Selatan β Barat Daya Buton Selatan (Busel)
β’ 4 gempa beruntun (M 2,2 β 4,0)
β’ Menjadi klaster aktivitas gempa terbanyak
π§ Pola Gempa:
Sebaran gempa membentuk klaster memanjang utaraβselatan, mengindikasikan aktivitas sesar lokal aktif di kawasan Buton Raya.
β οΈ Status:
Tidak berpotensi tsunami
Namun masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
